Ajang Wirausaha Muda Berprestasi Kaltim 2025
Jeri Miteti menerima trofi Juara 3 Wirausaha Muda Berprestasi Provinsi Kalimantan Timur 2025 yang diserahkan pada upacara Hari Sumpah Pemuda ke-97 di Samarinda (28/10/2025).
Kalimantan Timur, 30 Oktober 2025 – Jeri Miteti, seorang pemuda wirausaha asal Balikpapan, berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Wirausaha Muda Berprestasi Provinsi Kalimantan Timur 2025. Penghargaan tersebut diumumkan dan diserahkan pada upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 tingkat Provinsi Kaltim yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim di Samarinda. Ajang Wirausaha Muda Berprestasi ini merupakan bagian dari seleksi pemuda berprestasi yang rutin diadakan dalam rangkaian peringatan Sumpah Pemuda. Tahun ini, puluhan pengusaha muda dari berbagai kabupaten/kota se-Kaltim berkompetisi menampilkan inovasi bisnis dan dampak sosial usahanya. Melalui serangkaian seleksi ketat, dewan juri akhirnya menetapkan tiga terbaik provinsi, di mana Jeri Miteti terpilih sebagai peringkat ketiga. Prestasi ini menjadikan Jeri sebagai satu-satunya pemenang dari Kota Balikpapan di kategori wirausaha muda tahun ini, membawa kebanggaan tersendiri bagi kota minyak.
CEO Startup Balikpapan Berprestasi
Jeri Miteti dikenal sebagai Founder & CEO PT APM Pengembangan SDM, perusahaan rintisan (startup) di bidang pendidikan dan kewirausahaan digital yang berbasis di Balikpapan. Startup yang dibangunnya mengusung brand Akademi Pengembangan Mandiri (APM), didirikan pada tahun 2024 dengan visi menjembatani potensi generasi muda dengan peluang peningkatan keterampilan dan penghasilan. Di bawah kepemimpinan Jeri, APM berkembang pesat menjadi platform edukasi inovatif yang memadukan pembelajaran dan pemberdayaan UMKM dalam satu ekosistem terintegrasi. APM berupaya menjawab tantangan rendahnya rasio kewirausahaan di Indonesia saat ini baru 3,47% penduduk menjadi wirausahawan (masih jauh dari target 12% Indonesia Maju 2045) dan keterbatasan akses pelatihan bagi jutaan pelaku UMKM di tanah air. Melalui inovasi digital, Jeri ingin mencetak lebih banyak wirausaha muda dan meningkatkan daya saing UMKM lokal agar mampu menembus pasar yang lebih luas.
Sebagai seorang pemuda berusia 20-an tahun, Jeri telah menunjukkan kepemimpinan visioner. Ia merancang APM tidak hanya sebagai bisnis, tapi juga gerakan sosial yang melibatkan komunitas mentor, pelaku usaha, dan pelajar. Berkat kegigihannya, APM hingga kini telah meraih 18 penghargaan di tingkat lokal, regional, dan nasional. Aplikasi edukasi digital besutannya juga mendapat sambutan hangat: telah diunduh oleh lebih dari 1.500 pengguna dan digunakan untuk mendampingi lebih dari 100 wirausaha muda, serta membina 30+ pelajar berprestasi di berbagai daerah. Angka kepuasan pengguna pun mencapai 96,2%, menandakan bahwa program-program APM dirasakan bermanfaat. Dengan rekam jejak tersebut, tidak mengherankan jika Jeri masuk nominasi dan akhirnya terpilih sebagai salah satu yang terbaik dalam kompetisi Wirausaha Muda Berprestasi tahun ini.
Inovasi EduAPM untuk Pemuda dan UMKM
Platform EduAPM yang dikembangkan Jeri menawarkan berbagai program dan fitur unik berbasis teknologi untuk meningkatkan keterampilan anak muda sekaligus mendorong UMKM Go Digital. Beberapa program dan fitur unggulan EduAPM antara lain:
-
Pendampingan UMKM Terpadu: Membantu pelaku UMKM dari tahap merintis hingga siap ekspor dengan pendampingan intensif. Melalui fitur bernama Bumber APM, UMKM mendapat peta jalan bisnis terintegrasi untuk memantau progres usaha dan akses ke mentor serta jaringan pemasaran. Fitur ini dirancang agar UMKM lokal mampu naik kelas dan menembus pasar global secara bertahap.
-
Kompetisi & Proyek untuk Pelajar: Menyelenggarakan APM Skill Quest, yaitu kompetisi kuis dan proyek freelance bagi pelajar/mahasiswa untuk melatih keterampilan praktis. Program ini membantu anak muda membangun portofolio dan pengalaman kerja nyata sejak dini, sehingga melahirkan talenta yang siap kerja maupun berwirausaha. Para peserta terbaik berkesempatan menjadi “Champion” di platform APM, meningkatkan kepercayaan diri dan prospek karier mereka.
-
Modul Edukasi Terpadu: Menyediakan konten pembelajaran dalam bentuk artikel interaktif, e-book, dan video yang mencakup beragam tema (hardskill, softskill, mindset, hingga personal branding). Setiap modul dilengkapi evaluasi dan sertifikasi otomatis, sehingga pengguna dapat memperoleh sertifikat kompetensi secara digital setelah menyelesaikan pelatihan. Kurikulum APM disusun agar materi bisa langsung dipraktikkan oleh peserta, terutama untuk pengembangan usaha mikro.
-
Gamifikasi & Koin APM: Pengalaman belajar di APM dibuat seru layaknya bermain game. Terdapat sistem leaderboard (papan peringkat) dan challenge harian yang mendorong pengguna aktif belajar dan berkompetisi sehat. Setiap pencapaian pengguna dihargai dengan Koin APM, mata uang digital internal yang dapat dikumpulkan sebagai modal pendidikan atau di-redeem untuk akses program lanjutan. Konsep gamifikasi ini meningkatkan motivasi pengguna; “kami adalah startup lokal Balikpapan yang bikin aplikasi seru kayak game ada leaderboard, challenge harian, dan setiap usaha kamu dihargai pakai Koin APM,” tulis tim APM di media sosial resminya.
Melalui kombinasi fitur di atas, ekosistem EduAPM menjadi wadah kolaboratif bagi pemuda dan UMKM. Platform super apps ini menghubungkan stakeholder pendidikan, bisnis, dan komunitas dalam satu aplikasi terintegrasi. Visi akhirnya adalah membangun ekosistem berkelanjutan antara SDM muda potensial dengan UMKM hingga siap ekspor, bahkan terhubung ke sistem ERP bisnis untuk efisiensi usaha. Ke depan, APM menargetkan ekspansi ke skala nasional dan internasional dengan menggandeng berbagai mitra strategis, agar dampaknya dirasakan lebih luas. Inovasi-inovasi inilah yang menjadi nilai tambah APM dan mendapat apresiasi dari juri kompetisi kewirausahaan.
Tanggapan Jeri Miteti: "Bakat Itu Pengakuan"
Usai dinobatkan sebagai Juara 3, Jeri Miteti menyampaikan rasa syukur dan haru atas pencapaian ini. Baginya, penghargaan ini merupakan bukti bahwa kerja keras timnya mulai diakui. “Penghargaan ini bukan akhir, melainkan pemacu semangat untuk terus berinovasi dan bermanfaat bagi lebih banyak orang,” ujarnya. Jeri lantas mengutip sebuah motto “Bakat itu pengakuan; ketika kamu belum diakui, artinya kamu belum berbakat.” Kutipan tersebut, menurut Jeri, mengingatkannya untuk tidak cepat berpuas diri. “Diakui sebagai juara bukan berarti perjalanan selesai. Justru ini awal bagi saya dan APM untuk membuktikan kemampuan lebih jauh. Kami akan terus belajar agar kontribusi kami semakin diakui, baik di Kaltim maupun nasional,” tegasnya.
Sebagai seorang wirausaha muda, Jeri berharap kisahnya dapat memotivasi generasi sebaya. Ia mengajak pemuda lain di Kaltim untuk berani melangkah di jalur kewirausahaan dan inovasi. “Anak muda zaman sekarang punya banyak peluang dengan teknologi. Saya berharap semakin banyak yang memanfaatkannya untuk membangun usaha kreatif. Jika kita tekun, pengakuan dan kesuksesan pasti datang pada waktunya,” tutur Jeri. Tak lupa, ia berterima kasih kepada Dispora Kaltim dan semua pihak yang telah mendukung program pengembangan pemuda. Menurutnya, kolaborasi pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha sangat penting untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi startup daerah. Ke depan, Jeri berencana memperluas jangkauan EduAPM ke lebih banyak daerah terpencil dan menggandeng instansi terkait untuk pelatihan UMKM. “Kami ingin anak muda dan UMKM di manapun, termasuk di pelosok, bisa merasakan manfaat teknologi untuk kemajuan mereka,” ujarnya optimistis.
Inovasi dan Kiprah yang Mengantarkannya Juara
Terpilihnya Jeri Miteti sebagai salah satu wirausaha muda berprestasi Kaltim tidak lepas dari inovasi dan kiprah yang telah ia tunjukkan. Dari sisi inovasi, platform APM dinilai menawarkan solusi unik atas masalah nyata: meningkatkan keterampilan pemuda sekaligus memberdayakan ekonomi lokal. Pendekatan gamifikasi dan integrasi layanan pendidikan & bisnis dalam satu atap merupakan terobosan yang relevan di era digital. Dampak sosialnya pun nyata – ratusan anak muda dan pelaku UMKM telah merasakan manfaat pelatihan APM, bahkan beberapa di antaranya berhasil menoreh prestasi dan pertumbuhan usaha. Para juri juga mengapresiasi visi jangka panjang APM yang ingin mencetak wirausaha tangguh hingga level ekspor, selaras dengan agenda pemerintah melahirkan lebih banyak entrepreneur unggul.
Selain inovasi produk, rekam jejak prestasi Jeri di kancah kepemudaan menjadi faktor pendukung kuat. Tahun 2024 lalu, ia merupakan Juara 2 Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi Kaltim untuk kategori Inovasi Teknologi. Di tingkat kota Balikpapan, Jeri juga langganan juara dalam lomba kreativitas dan inovasi. Bahkan secara nasional, startup APM yang ia pimpin telah masuk Top 63 besar kompetisi Startup4Industry Kementerian Perindustrian dan meraih posisi Top 4 dalam program inkubasi BECKUP 2024 yang digelar Kemenparekraf. Tak hanya itu, APM pernah menyabet penghargaan bidang pendidikan dalam Indonesia Entrepreneur Challenge 2024 dan masuk Top 1% nasional Diplomat Success Challenge untuk wirausaha muda. Beragam capaian ini menunjukkan bahwa kiprah Jeri tidak terbatas di daerah, melainkan sudah bergaung di level nasional.
Jeri Miteti layak terpilih sebagai juara karena berhasil memenuhi tiga kriteria kunci: inovasi, dampak, dan kontribusi luas. Inovasinya melalui EduAPM menawarkan solusi konkret bagi pemberdayaan pemuda dan UMKM. Dampak usahanya terbukti positif dengan ratusan orang merasakan manfaat langsung, serta potensi multiplier effect bagi perekonomian daerah. Dari sisi kiprah, Jeri konsisten mengharumkan nama daerah dalam berbagai ajang, menunjukkan kemampuan bersaing dengan inovator lain se-Indonesia. Kombinasi inilah yang menjadikan Jeri menonjol di mata juri.
Prestasi Jeri Miteti sebagai Juara 3 Wirausaha Muda Berprestasi Kaltim 2025 diharapkan dapat menginspirasi pemuda-pemudi lainnya. Kisahnya membuktikan bahwa dengan ide kreatif, kerja keras, dan semangat pantang menyerah, pemuda daerah pun bisa berprestasi di level tinggi. Bagi para pelaku UMKM, inovasi Jeri menunjukkan pentingnya adaptasi teknologi dalam mengembangkan usaha. Generasi muda dan UMKM adalah dua pilar penting pembangunan ekonomi; sinergi keduanya melalui platform seperti APM dapat melahirkan gelombang entrepreneur baru yang kompetitif. “Kalau bukan kita yang berani memulai, siapa lagi?” ujar Jeri di akhir wawancara, menyemangati pemuda untuk tidak ragu mengambil peran. Dengan dukungan berbagai pihak, semangat Sumpah Pemuda untuk “Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya” akan terwujud melalui lahirnya wirausaha-wirausaha muda mandiri yang berkontribusi bagi daerah dan bangsa.