Jika mengingat masa SMP hingga SMA, saya bukanlah tipe siswa yang aktif dalam organisasi atau kegiatan sekolah. Saya lebih sering berada di posisi sebagai pengamat—datang ke kelas, menyelesaikan tugas, lalu pulang. Bukan karena tidak memiliki ketertarikan, melainkan karena saat itu saya belum cukup percaya diri dan belum berani keluar dari zona nyaman untuk mencoba hal-hal baru. Saya menjalani hari-hari sekolah dengan aman, tanpa banyak mengambil peran di luar kewajiban akademik.
Memasuki dunia perkuliahan, sudut pandang saya perlahan berubah. Saya mulai menyadari bahwa kampus bukan hanya tempat untuk mengejar nilai dan menyelesaikan tugas, tetapi juga ruang untuk mengenal diri sendiri, membangun karakter, dan mengembangkan potensi yang selama ini belum tergali. Dari kesadaran tersebut, muncul keinginan sederhana dalam diri saya: mencoba lebih aktif, berani terlibat, dan memberi kesempatan pada diri sendiri untuk bertumbuh.
Keinginan itu mendorong saya untuk mulai mengikuti organisasi dan berbagai kegiatan kampus. Pada awalnya, proses ini terasa menantang karena saya harus beradaptasi dengan lingkungan baru, ritme kerja tim, serta tanggung jawab yang sebelumnya belum pernah saya jalani. Namun, justru dari proses inilah saya mulai belajar banyak hal yang tidak saya dapatkan di ruang kelas. Saya belajar bagaimana sebuah kegiatan direncanakan, bagaimana ide didiskusikan, serta bagaimana keputusan diambil secara bersama-sama.
Seiring berjalannya waktu, saya semakin memahami pentingnya kerja sama dan komunikasi dalam sebuah organisasi. Saya belajar mengatur waktu antara akademik dan organisasi, menyusun prioritas, serta bertanggung jawab atas peran yang diberikan. Dari berbagai pengalaman tersebut, saya mulai mengenali bakat dan potensi diri, khususnya dalam hal perencanaan, pengorganisasian, dan pengelolaan kegiatan agar berjalan dengan terstruktur dan sesuai tujuan.
Saya juga menyadari bahwa saya memiliki ketertarikan untuk bekerja di balik layar. Saya menikmati proses merancang alur kegiatan, menyiapkan kebutuhan operasional, hingga memastikan setiap detail berjalan sebagaimana mestinya. Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa kontribusi tidak selalu harus terlihat di garis depan. Peran di balik layar justru menjadi fondasi penting agar sebuah kegiatan dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak yang maksimal.
Perjalanan ini terasa bermakna karena saya memulainya tidak sejak awal. Saya tidak tumbuh sebagai pribadi yang langsung aktif sejak masa sekolah. Namun, dari proses ini saya belajar bahwa setiap orang memiliki ritme dan waktunya masing-masing untuk berkembang. Tidak aktif di masa lalu bukanlah sebuah kegagalan, melainkan bagian dari perjalanan yang membentuk kesiapan diri di masa kini. Selama kita bersedia untuk memulai, kesempatan untuk berkembang akan selalu ada.
Saat ini, saya bergabung di EduAPM pada Divisi Pelatihan & Program, dengan peran dalam perencanaan program, persiapan operasional, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan. Peran ini menjadi ruang belajar yang sangat berarti bagi saya. Saya belajar bagaimana sebuah program disiapkan dengan matang sejak tahap perencanaan, dijalankan dengan koordinasi yang baik, serta dievaluasi secara objektif agar dapat terus diperbaiki dan dikembangkan.
Melalui peran tersebut, saya juga dilatih untuk berpikir lebih sistematis dan detail. Saya belajar bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya ditentukan oleh ide yang baik, tetapi juga oleh kesiapan operasional, kerja tim yang solid, serta evaluasi yang jujur dan berkelanjutan. Proses ini membantu saya membangun sikap tanggung jawab, ketelitian, dan keterbukaan terhadap masukan.
Selain mengasah kemampuan teknis, pengalaman berorganisasi turut membentuk cara saya bersikap. Saya belajar untuk lebih terbuka terhadap perbedaan pendapat, terbiasa berdiskusi, dan menghargai proses kerja bersama. Tantangan yang muncul selama pelaksanaan kegiatan justru melatih saya untuk lebih adaptif, tenang dalam menghadapi masalah, dan mampu mencari solusi secara konstruktif.
Ke depan, saya berharap dapat terus bertumbuh dan berkontribusi secara konsisten, baik bagi EduAPM maupun pengembangan diri saya sendiri. Saya ingin terus belajar, memperbaiki proses, serta mengambil peran yang semakin bermakna. Saya percaya bahwa keberanian untuk memulai—meskipun terasa terlambat—tetap dapat membuka jalan menuju proses belajar yang berharga dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.