Langsung ke konten
Langsung ke isi artikel
Info Expo Booth International

Bagaimana UMKM Bisa Tembus Pasar Ekspor Lewat Trade Expo Indonesia (TEI)?

jeremihafidz· Wirausaha Digital 5 menit baca

Versi video dari artikel ini

Materi pendamping

Buka materi (PDF)

Halo Sahabat UMKM!
Kalau kamu punya produk dan cita-cita ingin dikenal di luar negeri, ada satu momen penting yang tidak boleh kamu lewatkan: Trade Expo Indonesia (TEI). Ini adalah pameran ekspor terbesar di Indonesia yang mempertemukan ribuan pelaku usaha dengan buyer dari seluruh dunia. Bukan hanya ajang jualan, ini adalah panggung reputasi dan peluang bisnis luar biasa.

Apa sih Trade Expo Indonesia itu?
TEI adalah pameran perdagangan internasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan Indonesia. Acara ini digelar setiap tahun dan jadi tempat strategis buat UMKM menunjukkan produk terbaiknya ke pasar global. Mulai dari kuliner, fesyen, kriya, sampai produk digital semua bisa tampil asalkan siap ekspor.

Siapa yang boleh ikut TEI?
TEI terbuka untuk semua pelaku usaha, termasuk UMKM. Baik kamu pemilik brand makanan rumahan, produk lokal khas daerah, maupun kerajinan tangan, kamu bisa ikut serta. Yang penting, kamu memiliki produk yang siap secara kualitas, legalitas, dan presentasi. Tenang, banyak UMKM kecil juga sukses tampil di sini.

Kenapa UMKM harus hadir di TEI?
Karena ini bukan sekadar pameran, melainkan jalan pintas bertemu pembeli luar negeri. Di TEI, kamu bisa mendapatkan mitra distributor, buyer langsung, hingga investor. Bahkan meski belum dapat order saat itu juga, kehadiranmu akan jadi portofolio bisnis yang bisa meningkatkan kepercayaan calon klien.

TEI 2025 diselenggarakan secara hybrid
Ini kabar baik buat kamu yang terbatas modal. Pameran digelar secara offline di ICE BSD dan online lewat platform resmi. Jadi meski kamu ada di kampung atau kota kecil, tetap bisa berpartisipasi dari jauh. Namun, pastikan materi digitalmu siap dan menarik!

Desain booth digital sering dilupakan
Banyak UMKM gagal tampil maksimal karena mengabaikan tampilan booth online. Padahal di TEI, buyer bisa saja bertransaksi hanya dari tampilan digital. Maka, pastikan kamu punya foto produk profesional, video pendek, dan katalog PDF dalam bahasa Inggris.

Langkah pertama: ikut proses kurasi
Untuk bisa tampil di TEI, kamu harus ikut proses seleksi atau kurasi. Biasanya ada tahap penilaian produk, kesiapan legalitas, dan kelayakan branding. Nah, di APM, kami bantu kamu mulai dari proses kurasi hingga pendampingan selama pameran berlangsung.

Produkmu harus punya izin dasar ekspor
Setidaknya, produk makanan atau minuman harus punya PIRT atau BPOM. Produk fashion dan kriya harus punya label, sertifikasi halal (jika perlu), dan legalitas usaha. Jangan tunggu mepet proses ini butuh waktu. Blind spot lainnya: banyak yang telat urus legalitas!

Pitch deck dan company profile itu penting
Bayangkan kamu ketemu buyer dari Jepang. Mereka nggak ngerti bahasa Indonesia. Maka kamu butuh presentasi produk yang ringkas dan profesional dalam bahasa Inggris. APM bisa bantu kamu bikin pitch deck, brosur, dan katalog digital.

TEI bukan tempat asal-asalan jualan
Buyer TEI adalah pihak serius. Mereka tidak tertarik pada penjual yang tidak paham harga FOB, MOQ, atau sistem ekspor. Jadi, belajar dulu dasar ekspor sebelum ikut. Tenang, banyak pelatihan gratis yang bisa kamu ikuti dari komunitas seperti EduAPM.

Jangan remehkan pentingnya “cerita produk”
Buyer internasional suka dengan cerita di balik produk. Misalnya, kerajinan tangan dari ibu-ibu pedalaman Kalimantan, atau camilan dengan resep warisan nenek. Ini bukan jual produk saja, tapi juga jual nilai budaya dan dampak sosial.

Kamu butuh foto dan video profesional
Blind spot selanjutnya: banyak UMKM kirim foto blur atau latar belakang sembarangan. Padahal buyer luar negeri menilai dari visual. Pastikan kamu punya foto produk bersih, terang, serta video pendek berdurasi 30 detik yang menjelaskan proses pembuatan produkmu.

TEI bukan hanya hari H, tapi juga follow-up
Setelah pameran, jangan lupa tindak lanjuti semua kontak. Kirim email, katalog digital, atau ajak meeting daring. Banyak transaksi tidak terjadi di lokasi, tapi setelah buyer mempertimbangkan penawaranmu. Ini yang sering dilupakan!

Gimana kalau belum siap ekspor?
Nggak apa-apa. Justru ikut TEI bisa jadi titik balik. Dari situ kamu bisa belajar banyak tentang tren produk global, harga pasar, dan standar buyer. Tapi pastikan kamu datang untuk belajar serius, bukan sekadar foto-foto.

Gabung komunitas pendamping seperti APM
Di APM, kami sudah bantu banyak UMKM seperti Wedang Dayak untuk ikut serta di event nasional hingga persiapan ekspor. Kami bantu dari A-Z, termasuk latihan pitching, konten digital, hingga strategi closing.

Buat kamu yang belum punya akun legal bisnis
Pastikan kamu punya NIB (Nomor Induk Berusaha) dan NPWP. Dua hal ini wajib saat kamu ingin membuka rekening ekspor atau bekerjasama dengan buyer resmi. Prosesnya mudah dan bisa dibantu secara online.

Produk ekspor harus punya standar konsistensi
Misalnya ukuran, rasa, kemasan, hingga waktu produksi. Buyer internasional akan meminta kamu bisa produksi ratusan bahkan ribuan unit. Jadi, mulai sekarang latih sistem produksi yang rapi dan terukur.

Banyak media yang akan liput TEI
Ikut TEI juga memberi dampak branding luar biasa. Banyak media lokal dan nasional meliput peserta. Artinya, selain dapat peluang ekspor, kamu juga bisa naik daun di dalam negeri. Pastikan akun Instagram-mu siap!

Persiapan terbaik = mulai dari sekarang
Jangan nunggu ada undangan baru kamu bergerak. Mulailah dari membuat company profile, daftar legalitas, branding, dan foto produk. Gunakan bantuan komunitas dan mitra bisnis yang punya pengalaman. Persiapan menentukan hasil!

Yuk, bawa produkmu ke dunia!
Buat kamu yang ingin dibimbing langsung sampai tampil di TEI 2025, APM dan BUMBER siap bantu. Kami punya tim kreatif, legal, hingga mentor ekspor yang sudah berpengalaman. Yuk, jangan cuma jadi penonton. Jadilah pelaku perubahan dan buktikan UMKM bisa go global!

 

Bagikan WhatsApp Telegram