Langsung ke konten
Langsung ke isi artikel
Kelas Marketing

Sekarang Marketing Harus Seperti Ini! (Biar Nggak Ketinggalan Jaman!)

jeremihafidz· Wirausaha Digital 5 menit baca

Versi video dari artikel ini

Materi pendamping

Buka materi (PDF)

 Marketing Tanpa “Hook” Itu Garing!

Bayangkan kamu scroll TikTok lalu muncul video dengan opening, “Cuma 3 detik buat ubah hidupmu!”  langsung berhenti scroll, kan? Nah, itulah kekuatan hook. Sayangnya, banyak pelaku usaha buka video atau konten dengan pembukaan membosankan kayak “Hai, hari ini saya mau jualan…” Padahal zaman sekarang, 5–10 detik pertama itu penentu orang lanjut nonton atau skip.

Blind Spot: Masih Pake Format Lama di Era Serba Cepat

Jangan lagi buka video kayak presentasi sekolah. Konten sekarang harus serba cepat, to the point, dan ada nilai kejutan. Misalnya, brand healthy catering yang viral karena buka video dengan “Makanan paling mengerikan di dunia ternyata ini…”  langsung viral karena bikin orang penasaran.

CTA yang Basi Nggak Bikin Klik

“Yuk beli sekarang!” itu udah basi. CTA (Call to Action) sekarang harus relate dan halus. Contohnya: “Kamu bisa klik link ini sebelum kamu nyesel di akhir bulan.” Nada kayak gitu lebih ngena dan jauh lebih tinggi peluang konversinya.

Konten Tanpa Cerita Itu Cepat Lupa

Konten yang cuma tampilkan produk = cepat hilang dari memori. Tapi konten dengan storytelling? Melekat di kepala. Misalnya: “Dulu aku sering dibully karena gemuk. Sekarang aku bantu orang lain lewat makanan sehat.” Ini bikin orang ikut merasa terhubung.

Marketing Zaman Sekarang Harus “Drama”

Bukan drama bohong, ya. Tapi konten yang punya konflik, emosi, dan penyelesaian. Coba lihat video edukasi dengan alur: ada masalah → struggle → solusi → hasil. Itu bikin orang bertahan sampai akhir.

Banyak yang Lupa: Algoritma Itu Suka Interaksi

Konten viral biasanya bukan yang paling informatif, tapi yang paling mengundang komentar. Misalnya, “Setuju nggak kalau nasi Padang nggak cocok buat diet?” Nah ini pancing emosi dan opini. Banyak pelaku usaha masih bikin konten datar tanpa pancingan interaksi.

Waktu Upload Bisa Bikin Konten Gagal Total

Upload jam 3 pagi? Siapa yang nonton? Faktanya, waktu paling ideal adalah jam makan siang dan malam (sekitar pukul 11.00 & 18.00–20.00). Tapi banyak usaha masih posting konten random tanpa riset jam aktif audiens.

Konten Tanpa Kualitas Visual Itu Auto Skip

Di era TikTok dan Reels, kualitas gambar dan suara menentukan. Lighting bagus dan audio jernih adalah standar minimal. Konten buram dan noise audio? Orang langsung skip, bahkan kalau isinya bagus.

Tidak Ada Playlist = Konten Terkubur

Beberapa pelaku konten lupa pakai playlist. Padahal playlist di TikTok memudahkan orang binge-watching topik tertentu. Misalnya playlist "Mental Health", “Fun Fact”, atau “Tips Diet Sehat” bikin penonton stay lebih lama di akun kita.

Gagal Pakai Hashtag yang Tepat

Hashtag bukan sekadar hiasan. Dia kunci pencarian! Banyak usaha cuma pakai #viral atau #fyp, padahal harusnya pakai yang relevan seperti #kateringsehat atau #tipsdietharian. Hashtag yang tepat bawa kontenmu ke target pasar yang pas.

Banyak yang Tak Tahu: Watch Time Lebih Penting dari Jumlah Like

Algoritma TikTok lebih memprioritaskan durasi tonton. Kalau kontenmu ditonton sampai habis, maka akan disebar lebih luas. Jadi kamu harus bikin penonton betah sampai akhir  bisa dengan alur cerita, kejutan di akhir, atau manfaat yang dijanjikan di awal.

Terlalu Fokus ke Produk, Lupa ke Masalah Konsumen

Alih-alih bilang, “Kami jual jus sehat,” coba ganti jadi “Capek terus tiap hari? Mungkin tubuhmu butuh pembersihan ringan.” Kalimat kayak gini nunjukin empati, bukan jualan langsung.

Copywriting Clickbait Masih Dianggap Buruk

Padahal clickbait bukan berarti bohong. Yang penting isinya tetap relevan. Misalnya: “Makanan ini bikin kamu makin gemuk diam-diam…” — kalau isinya tentang hidden calories, itu tetap edukatif.

Tidak Semua Konten Cocok untuk Iklan

Kesalahan umum: semua konten langsung di-boost. Padahal nggak semua layak. Iklan harus berbentuk soft-sell, informatif, dan estetik. Contoh: video proses pembuatan produk dengan narasi ringan lebih cocok untuk iklan daripada video promo hard-sell.

Banyak yang Tak Memahami Format Vertikal

Banyak usaha masih bikin konten YouTube-style (horizontal) padahal sekarang zamannya vertical video. Konten vertikal lebih cocok untuk TikTok, IG Reels, dan YouTube Shorts.

Sound dan Musik Nggak Pernah Dipikirin

Sound trending bisa naikin potensi FYP. Tapi banyak konten bisnis yang masih pakai musik random atau no sound. Padahal musik bisa bikin penonton lebih engaged dan betah nonton.

Tak Mau Testing A/B Konten

Pelaku usaha sering merasa, “Aku udah coba satu kali, nggak viral.” Padahal konten harus diuji dalam beberapa versi. Misalnya 3 versi judul berbeda, 2 versi opening video, lalu lihat mana yang paling berhasil.

Fokus ke Followers, Bukan ke Engagement

Followers banyak tapi interaksi minim = percuma. Lebih baik punya 5.000 followers yang aktif komen dan share, daripada 50.000 followers pasif. Fokuslah pada kualitas komunitas, bukan angka doang.

Salah Persepsi: “Viral = Sekali Upload”

Viral itu proses, bukan kebetulan. GR brand katering sehat dalam studi kasus harus konsisten upload puluhan video sebelum akhirnya viral. Konsistensi, bukan keberuntungan semata, yang bikin viral marketing berhasil.

Gagal Memanfaatkan Momentum Tren

Saat topik viral (misalnya Hari Gizi, Diet Challenge, atau Food Hack), banyak usaha nggak ikut nimbrung. Padahal konten relevan dengan tren punya potensi besar buat naik bareng gelombang viral.


🔥 Jadi, Sobat Usaha…
Marketing zaman sekarang bukan soal bikin brosur atau upload katalog. Ini soal bikin konten yang nyambung dengan emosi, cepat menarik perhatian, dan memancing interaksi. Mulai dari hook yang kuat, storytelling yang engaging, sampai CTA yang mendorong aksi  semuanya bisa kamu latih asal tahu strateginya.

Yuk, jangan biarkan kontenmu cuma jadi hiasan di timeline. Saatnya ubah cara promosi jadi lebih hidup, relevan, dan siap viral! 📲💥

🚀 Gabung Membership BUMBer APM – Hanya Rp199.000/Bulan!

✅ Branding & desain logo, brosur, dan company profile
✅ Aktivasi WhatsApp AI untuk layanan pelanggan otomatis
✅ Konten promosi media sosial dikelola profesional
✅ Rekrutmen & pelatihan tenaga kerja siap pakai
✅ Akses proposal investasi & peluang ekspor

📲 Daftar sekarang & jadilah bagian dari ekosistem bisnis kolektif!
🌐 eduapm.com | 📞 0822-5676-1975

 

Bagikan WhatsApp Telegram