Pernah merasa hidup tidak berubah dan stagnan di situ-situ aja? Mungkin kamu bisa belajar dari anime berjudul Barakamon. Anime ini nyeritain kisah Seishu Handa pembuat kaligrafi jepang muda yang dianggap berbakat. Semua berjalan lancar hingga pada suatu titik yang di sebut kebuntuan atau stagnan itu muncul. Kaligrafi buatannya dianggap tidak punya variasi dan tidak original seperti mencontoh buku panduan saja.
Semua orang pasti pernah mengalami fase kemandekan. Menitikberatkan pada satu hal yang kita anggap akan membuat sukses namun kenyaannya kita sulit berkembang. Buntu, berhenti, mandeg, atau tak bisa melangkah akan jadi beban seumur hidup jika tidak bisa diatasi. Ada yang akhirnya menyerah setelah stagnan namun yang terbaik adalah berusaha melawannya.
Awalnya ingin lari dari masalah dengan mengunjungi pulau terpencil. Ternyata justru di pulau inilah dia bisa berubah. Di pulau inilah dia bertemu banyak orang baru dan belajar banyak hal. Di daerah ini juga akhirnya dia menemukan apa yang selama ini kosong dalam dirinya.
Yang dibutuhkan ternyata keluar sejenak dari lingkungan lama dan mencari lingkungan baru. Dengan keluar maka akan ada banyak hal yang tidak bisa didapatkan saat berdiam diri. Mencari suasana yang baru nampaknya adalah salah satu solusi bagi kestagnanan kita. Dengan berada di lingkungan baru dia akhirnya mendapatkan pelajaran hidup yang baru juga.
Lewat deskripsi yang dijelaskan sebelumnya di atas, penasaran apa saja pelajaran hidup yang dapat kita ambil dari sosok Seishu Handa? Yuk simak ulasan berikut ini soal nilai hidup yang bisa diambil dari anime Barakamon!
1.Pertumbuhan Pribadi
Seishuu Handa mengalami perkembangan karakter yang signifikan. Dia mulai sebagai sosok yang sangat serius dan mudah tersinggung, namun seiring berjalannya waktu, dia belajar untuk lebih terbuka dan fleksibel dalam melihat situasi.
2.Interaksi Sosial Itu Penting
Handa berinteraksi dengan berbagai karakter di pulau tersebut, terutama dengan seorang gadis kecil bernama Naru. Melalui hubungan ini, Handa belajar banyak tentang kehidupan, kesederhanaan, dan kebahagiaan yang tidak selalu terkait dengan pekerjaan atau pencapaian.
3.Menemukan Inspirasi
Selama tinggal di pulau, Handa menemukan inspirasi baru dalam seni kaligrafinya, yang dibantu oleh pengalaman hidup sehari-harinya. Dia belajar untuk menghargai setiap momen dan mengubah pandangannya tentang seni.
4.Menemukan Lingkungan Yang Tepat
Kisah ini juga menyoroti pentingnya persahabatan dan dukungan dari orang-orang di sekitar kita. Handa tidak hanya mendapatkan teman baru, tetapi juga mendapatkan dukungan emosional yang membantunya mengatasi tantangan.
5.Penerimaan Diri
Handa belajar untuk menerima dirinya sendiri, dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dimilikinya. Dia menyadari bahwa perjalanan dalam menemukan diri dan seni adalah hal yang lebih berharga daripada pencapaian instan.
Melalui perjalanan Handa, "Barakamon" mengajarkan kita tentang pentingnya penemuan diri, kebahagiaan dalam kesederhanaan, dan bagaimana orang lain dapat membantu kita dalam proses pertumbuhan pribadi.
Dalam hal ini EduApm sebagai lembaga pengembangan diri siap memfasilitasi teman-teman semua untuk mencapai tujuan ataupun merasa diri teman-teman masih belum bisa berkembang dan stagnan.
📲 Download aplikasi EduAPM sekarang di Playstore untuk menemukan info beasiswa, pengembangan diri dan berbagai peluang menarik lainnya!
📞 Kontak Kami:
WhatsApp: +62 822 5676 1975
Email: akademipendidikanmilenial@gmail.com
Website: eduapm.com
Instagram: @eduapm.official
Waktunya kamu melangkah lebih jauh dan meraih impian besarmu bersama EduAPM!