Langsung ke konten
Langsung ke isi artikel
Tips Edukasi/Inspirasi

Manfaat Kerja Sama Tim dalam kegiatan Sekolah

jeremihafidz· Wirausaha Digital 5 menit baca

Materi pendamping

Buka materi (PDF)
siswa itu unik, dan pemahaman mereka terhadap konsep dan keterampilan berbeda-beda. Beberapa orang mungkin mudah memahami suatu subjek sementara yang lain memerlukan bantuan langkah demi langkah.

Bagaimana kita mempertahankannya

Dampak Hari Pembelajaran berasal dari ketelitian dalam menggunakan hari tersebut. Hari ini bukan hari untuk bersantai, melainkan hari untuk bekerja keras. Kami melihat dan mencoba mengatasi kegagalan berikut ini agar dapat bertahan dalam jangka panjang:

Hari Pembelajaran dapat digunakan untuk bekerja . Hari Pembelajaran dapat berubah menjadi hari kerja normal karena orang mungkin ingin menyelesaikan proyek utama mereka lebih cepat (karena tekanan internal atau eksternal). Kami mencegah hal ini dengan mengadakan Hari Pembelajaran pada hari yang sama untuk setiap tim. Hal ini menciptakan tekanan positif dari rekan kerja dan mendorong semua orang untuk memanfaatkan Hari Pembelajaran.

Hari Pembelajaran dapat diperluas cakupannya ke Hari Non-Pembelajaran . Kami belum mengamati hal ini terjadi. Berdasarkan apa yang telah kami lihat pada organisasi lain, kami pikir hal ini kemungkinan besar menunjukkan bahwa orang tersebut tidak cukup bersemangat dengan proyek utamanya, dan akan menjadi tanda bagi manajernya bahwa orang tersebut harus pindah tim atau proyek.

kerjasama merupakan salah satu unsur penilaian dalam perilaku kerja. Makna kerjasama sebagai perilaku kerja adalah kemauan dan kemampuan ASN untuk bekerja sama dengan rekan sekerja, atasan, bawahan dalam unit kerjanya serta instansi lain dalam menyelesaikan suatu tugas dan tanggung jawab yang ditentukan, sehingga mencapai daya guna dan hasil guna yang sebesar-besarnya. Karena itu pemaknaan atas pentingnya kerjasama dalam bekerja perlu mendapat perhatian yang serius. Sebagai ASN beragama Buddha, kita diajarkan bahwa dalam hidup ini, seseorang tidak bisa hidup tanpa bergantung pada orang lain. Setiap orang membutuhkan orang lain dan juga sebaliknya. Atas dasar itulah setiap orang harus dapat bekerjasama dengan yang lainnya.

Kerjasama yang baik adalah kerjasama yang saling menguntungkan pihak-pihak yang bekerjasama dan tidak berdampak negatif bagi makhluk hidup apapun dan alam di luar pihak-pihak yang terkait kerjasama. Artinya kerjasama tersebut bukan sekedar menguntungkan bagi pihak-pihak yang bekerjasama, namun orang yang melakukan kerjasama harus memerhatikan akibat dari kerjasamanya terhadap makhluk hidup dan lingkungan.

Ketika kita bekerja sama dalam sebuah tim untuk menuju tujuan bersama, beban kerja kita akan dibagi kepada setiap anggota tim yang lainnya. Dalam kegiatan kerja sama tim yang sempurna, pekerjaan tersebut harus dibagi secara merata dan diberikan sesuai dengan kemampuan atau keterampilan masing-masing anggota tim. Kerja sama tim juga dapat memungkinkan kita untuk menerima atau memberikan bantuan pada anggota tim lainnya untuk menyelesaikan beban kerja tersebut.

Buddha Dhamma mengingatkan kita untuk mengedepankan nilai-nilai luhur dalam bekerja, yakni dengan menaati aturan atau hukum (sila). Berkomitmen untuk menaati aturan yang telah disepakati itu sangat utama dalam menjalankan kerjasama. Kejujuran yang tulus (ajjava) diperlukan sehingga ada rasa percaya antar pihak yang bekerjasama sehingga tujuan akan mudah tercapai. Selalu semangat (viriya) dan mempunyai tekad yang kuat (additthana) dalam melaksanakan pekerjaannya. Kesabaran (khanti) diperlukan ketika ada halangan atau kesulitan. Ketenangan pikiran (upekkha) berusaha mencari solusi atas masalah yang dihadapi dalam kerjaannya dengan berpikir secara tenang dan berhati-hati. Tidak membenci atau dendam (akkodha) menjadi pengendalian kebencian seseorang ketika gagal dalam kerjasama atau ada masalah-masalah yang mengacaukan kerjasamanya.

Jika kerjasama dan kolaborasi dapat kita wujudkan dengan baik, maka akan terbentuk lingkungan kerja yang sangat berpengaruh dalam menentukan keberhasilan sebuah pekerjaan. Menjadi kewajiban kita bersama untuk membangun lingkungan kerja kondusif dan juga efektif dalam menyelesaikan suatu pekerjaan secara bersama-sama. 

Kerja Sama Luar Negeri adalah kerjasama yang dilaksanakan Pemerintah Indonesia dengan Negara-negara sahabat maupun dengan Organisasi Internasional baik Inter-Governmental Organization maupun Non-Governmental Organization. Dalam menjalin hubungan tersebut Indonesia senantiasa mempromosikan bentuk kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai saling menghormati, tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain, penolakan penggunaan kekerasan serta konsultasi dan mengutamakan konsensus dalam proses pengambilan keputusan. Khususnya dalam kerjasama dalam bidang Transportasi, Pemerintah Indonesia, secara aktif, mengikuti berbagai pertemuan dan forum untuk mencapai tujuan bersama.

Kerja Sama Luar Negeri dibagi 3 yaitu:

  • Kerja Sama Bilateral

Bilateral adalah hubungan antara dua negara dengan tujuan saling menguntungkan kedua belah pihak. Saat ini Indonesia telah menjalin kerjasama bilateral dengan 162 negara serta satu teritori khusus yang berupa non-self governing territory. Negara-negara mitra kerjasama Indonesia ini terbagi dalam delapan kawasan (Afrika, ​Timur Tengah, Asia Timur dan Pasifik, Asia Selatan dan Tengah, Amerika Utara dan Tengah, Amerika Selatan dan Karibia, Eropa Barat, dan Eropa Tengah dan Timur). Hubungan luar negeri Indonesia dengan negara-negara lain telah dimulai sejak Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Berbagai forum, baik bilateral, regional maupun multilateral telah dirancang oleh Indonesia bersama-sama dengan negara-negara sahabat.

  • Kerja Sama Regional

Kerjasama regional adalah kerjasama antara negara-negara di kawasan yang melibatkan lebih dari 2 (dua) Negara. Kerjasama Sub Regional merupakan kerjasama yang mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi di kawasan Regional. Kerjasama antar negara ini dilakukan oleh negara-negara yang berada di suatu kawasan tertentu yang biasanya berdekatan. Tujuan kerja sama regional biasanya sesuai kepentingan masing-masing negara. Namun secara umum untuk memajukan negara-negara yang berada di suatu kawasan atau wilayah.

  • Kerja Sama Multilateral

Kerja Sama Multilateral adalah kerja sama yang diselenggarakan oleh bangsa-bangsa di dunia tanpa memandang wilayah untuk kepentingan tertentu. Beberapa contoh Kerjasama Multilateral yang telah dilakukan oleh Indonesia diantaranya adalah Perserikatan Bangsa-bangsa , Internasional Monetery Fund (IMF), World Trade Organization (WTO), Internasional Labour Organization (ILO), Food and Agricultural Organization (FAO), ASEAN Free Trade Area (AFTA), Economic and Social Council (ECOSOC), Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Gerakan Nonblok (GNB).

Bagikan WhatsApp Telegram