Langsung ke konten
Langsung ke isi artikel
Info Komunitas Nasional

Deklarasi Kreatif Muda Indonesia di Palembang, Langkah Awal Menuju Indonesia Emas 2045

Kreatif Muda Indonesia· Penggerak Industri Kreatif 6 menit baca

Versi video dari artikel ini

Materi pendamping

Buka materi (PDF)

PALEMBANG – Dalam gelaran Kreativesia 2025 yang berlangsung di Palembang, Minggu (19/10/2025), organisasi kepemudaan Kreatif Muda Indonesia (KMI) secara resmi mendeklarasikan pendiriannya. Deklarasi yang disaksikan langsung oleh perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI tersebut menandai langkah awal gerakan kaderisasi pemuda kreatif untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Langkah ini sekaligus menjadi tonggak baru bagi upaya pemberdayaan generasi muda kreatif di Indonesia.

Deklarasi ini digelar bertepatan dengan penutupan rangkaian acara Pekan Kreativitas Pemuda Nasional “Kreativesia 2025” di halaman Gedung DPRD Provinsi Sumatera Selatan. Ratusan pemuda kreatif dari berbagai provinsi hadir memeriahkan acara yang menjadi ajang kolaborasi dan inovasi anak muda tersebut. Suasana keakraban dan semangat kolaborasi mewarnai momen deklarasi ini, seiring para peserta saling berbagi ide dan karya kreatif.

Perwakilan Kemenpora yang hadir, Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Dr. Drs. Yohan, M.Si, mengapresiasi energi dan potensi generasi muda yang tergambar dalam Kreativesia 2025. Ia mengajak semua pihak untuk terus bersinergi membangun generasi muda yang tangguh dan berkarakter. “Mari terus berkolaborasi membangun generasi muda yang memiliki karakter patriotik, gigih, dan empati. Dengan semangat itu, kita wujudkan ekosistem kreatif pemuda Indonesia yang maju dan berkelanjutan menuju akselerasi Indeks Pembangunan Pemuda dan cita-cita Indonesia Emas 2045,” ujar Yohan, mengajak pemuda terus berkarya.

Kreatif Muda Indonesia (KMI) sendiri merupakan organisasi kepemudaan baru yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia kreatif di Tanah Air. Ketua Umum KMI terpilih, Abdul Khoir, menyatakan bahwa kehadiran organisasi ini bertujuan menyiapkan generasi muda sebagai pelaku ekonomi kreatif dengan memperkuat fondasi sejak dini. KMI ingin membina kreativitas anak muda dari akar rumput sebelum tahap monetisasi, guna melahirkan insan kreatif yang kritis, solutif, dan inovatif. “Kreatif adalah solusi. Solusi untuk pengentasan kemiskinan ekstrem di kalangan pemuda, dan solusi nyata bagi pembangunan ekonomi kreatif Indonesia,” tegas Abdul Khoir, menjelaskan misi KMI yang sejalan dengan visi Kemenpora.

Prosesi deklarasi KMI di Palembang pada puncak acara penutupan tersebut dipimpin langsung oleh Abdul Khoir selaku Ketua DPP. Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, KMI membacakan naskah deklarasi sebagai wujud komitmen mereka selaku pemuda kreatif dari seluruh penjuru Nusantara. Empat butir pernyataan sikap dikumandangkan dalam deklarasi ini, menegaskan peran dan tekad KMI sebagai ujung tombak gerakan kreatif pemuda Indonesia.

Pertama, KMI menyatakan siap menjadi pelopor gerakan kreatif anak muda Indonesia. Komitmen ini mencerminkan tekad KMI untuk berada di garis terdepan menggerakkan kreativitas generasi muda di berbagai bidang. Sebagai pelopor, KMI berupaya melahirkan program-program inovatif yang dapat menginspirasi pemuda lain untuk berkarya dan berinovasi demi kemajuan bangsa.

Kedua, organisasi ini siap menjadi wadah berhimpunnya pemuda kreatif Indonesia. Artinya, KMI membuka diri sebagai platform bagi para pemuda dari beragam daerah dan disiplin untuk berkumpul, berbagi ide, dan mengembangkan potensi kreatif secara kolektif. KMI akan menghimpun komunitas-komunitas kreatif agar tercipta jejaring kuat di antara talenta muda Nusantara.

Ketiga, KMI siap menjadi jembatan kolaborasi antarpemuda, membangun jaringan pemuda kreatif di tingkat nasional maupun daerah. Melalui peran ini, KMI menghubungkan talenta-talenta muda di berbagai wilayah agar dapat saling bersinergi dan menciptakan proyek kolaboratif yang berdampak luas. Konektivitas antarpemuda kreatif ini diharapkan melahirkan inovasi yang merata hingga ke seluruh pelosok negeri.

Keempat, KMI siap menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam membangun SDM kreatif di Indonesia. KMI berkomitmen mendukung program-program pemerintah terkait pengembangan ekonomi kreatif dan pemberdayaan pemuda. Selain itu, organisasi ini akan menjalin kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat dan industri agar inisiatif kreatif di tingkat lokal dapat bersinergi dengan agenda pembangunan nasional.

Selain keempat poin di atas, KMI menegaskan kesediaannya untuk menjaga nilai-nilai persatuan, kemandirian, dan semangat kreatif muda sebagai dasar pergerakan organisasi. Nilai-nilai tersebut akan menjadi roh KMI dalam setiap program ke depan, memastikan gerakan tetap berpijak pada jati diri pemuda Indonesia. Deklarasi ditutup dengan penandatanganan naskah di Palembang, tertanggal 18 Oktober 2025, sebagai bentuk pengesahan atas komitmen kolektif tersebut.

Abdul Khoir selaku Ketua Umum KMI tak hanya memimpin deklarasi, tetapi juga berkontribusi secara kreatif dalam gelaran Kreativesia. Ia diketahui merupakan pencipta (komposer) jingle resmi Kreativesia berjudul “Muda Kaya Karya” yang dikumandangkan selama acara berlangsung. Hal ini menunjukkan peran ganda Abdul Khoir dalam ekosistem kreatif pemuda, baik sebagai penggerak organisasi maupun kreator. Kiprah Abdul Khoir sebagai organisator sekaligus kreator tersebut semakin mengukuhkan posisinya dalam mendorong semangat kreativitas di kalangan pemuda.

Dalam deklarasi di Palembang ini, Abdul Khoir didampingi oleh jajaran pengurus pusat KMI yang baru terbentuk, dengan struktur kepengurusan nasional mencakup perwakilan pemuda dari berbagai daerah. Antara lain, Lazaro Kumala Dewi, M.Pd. (Kalimantan Barat) dipercaya sebagai Bendahara Umum, dan M. Hafidz Alfurqon (Sumatera Selatan) sebagai Sekretaris Jenderal. Kepengurusan ini didukung oleh 75 anggota muda berbakat yang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Mereka merupakan representasi potensi pemuda daerah yang diharapkan mampu bersinergi di tingkat nasional.

Kehadiran figur-figur muda dari Aceh hingga Papua dalam kepengurusan KMI merefleksikan semangat inklusivitas nasional. Organisasi ini berupaya merangkul potensi kreatif di setiap daerah, sehingga gerakan KMI benar-benar menjadi milik bersama para pemuda Indonesia. Kolaborasi lintas daerah tersebut diharapkan dapat mempercepat penyebaran budaya inovasi dan kreativitas hingga ke komunitas akar rumput.

Deklarasi Kreatif Muda Indonesia ini disambut positif oleh berbagai pihak. Para peserta Kreativesia 2025 yang menyaksikan langsung momen tersebut memberikan apresiasi dengan tepuk tangan meriah, menandakan dukungan penuh dari kalangan pemuda. Banyak yang menilai langkah ini akan menyediakan wadah baru yang berkelanjutan bagi kreativitas anak muda, tidak berhenti pada event tahunan semata. Beberapa komunitas kreatif juga berharap KMI dapat menjadi payung bagi kegiatan kolaboratif pemuda di masa mendatang.

Sejumlah pemerhati dan tokoh kepemudaan pun memandang deklarasi ini sebagai momentum strategis. Dengan adanya wadah resmi seperti KMI, program kaderisasi dan pemberdayaan pemuda kreatif dapat berjalan lebih terstruktur dan masif. Langkah ini dinilai akan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional dari hulu  berupa pembinaan talenta muda  hingga hilir industri kreatif di masa mendatang. Mereka meyakini KMI mampu menjangkau potensi kreatif yang selama ini tersebar agar lebih terkoordinasi secara nasional.

Dengan hadirnya KMI, warisan Kreativesia 2025 diharapkan tak berhenti usai acara. Para pengurus KMI telah menyiapkan agenda lanjutan untuk memastikan kolaborasi yang terjalin selama event tersebut terus berlanjut. Spirit dan jaringan yang terbentuk selama Kreativesia akan dilanjutkan melalui program-program KMI di berbagai daerah, sehingga dampak positif ajang ini terus berkesinambungan di tengah masyarakat.

Pihak Kemenpora RI sendiri menyambut baik terbentuknya KMI sebagai mitra strategis pemerintah dalam pemberdayaan pemuda kreatif. Kemenpora menilai gerakan seperti KMI sejalan dengan pendekatan yang digerakkan oleh anak muda untuk meningkatkan daya saing kreativitas Indonesia. Apalagi studi menunjukkan daya kreatif pemuda Indonesia masih perlu digenjot agar tidak tertinggal dari negara tetangga Kehadiran KMI diharapkan menjadi jawaban atas tantangan tersebut melalui upaya yang lebih membumi di kalangan generasi muda.

Ke depan, KMI bertekad memperluas jaringan hingga ke tingkat daerah dan komunitas. Abdul Khoir mengungkapkan bahwa pihaknya akan membentuk kepengurusan di berbagai provinsi serta menggandeng komunitas lokal, agar gerakan KMI dapat menjangkau lebih banyak pemuda di seluruh Indonesia. Harapannya, saat Indonesia memasuki usia emas 100 tahun pada 2045 nanti, telah lahir generasi muda kreatif yang mandiri dan berdaya saing global hasil tempaan program-program seperti KMI.

Deklarasi Kreatif Muda Indonesia di Palembang ini menandai babak baru dalam upaya pemberdayaan pemuda. Dengan dukungan Kemenpora dan antusiasme generasi muda, inisiatif ini digadang-gadang akan membawa angin segar bagi ekosistem kreativitas nasional. Banyak pihak optimistis langkah awal di Palembang tersebut akan bermuara pada lahirnya talenta-talenta emas yang mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia pada masa depan.

Bagikan WhatsApp Telegram