Langsung ke konten
Langsung ke isi artikel
Kelas al Qur'an

Al-Qur’an dan Hadis: Pedoman Hidup yang Membimbing Setiap Langkah

Dian Fitriani Aulia 2 menit baca

Versi video dari artikel ini

Materi pendamping

Buka materi (PDF)

Apa Itu Al-Qur’an?

Secara bahasa, Al-Qur’an berkaitan dengan makna “bacaan”. Secara istilah, Al-Qur’an merupakan wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril.

Al-Qur’an tidak hanya untuk dibaca, tetapi juga dipahami, direnungkan, dan dijadikan dasar dalam menjalani kehidupan.

Materi pembelajaran Al-Qur’an Hadis kelas VII juga menempatkan pemahaman definisi, kedudukan, dan fungsi Al-Qur’an sebagai salah satu dasar agar peserta didik mampu menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.

Lalu, Apa Itu Hadis?

Hadis adalah segala sesuatu yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW, baik berupa perkataan, perbuatan, ketetapan, maupun hal-hal yang berkaitan dengan beliau yang menjadi rujukan umat Islam.

Jika Al-Qur’an memberikan dasar ajaran, hadis membantu umat Islam memahami bagaimana ajaran tersebut diterapkan dalam kehidupan.

Karena itulah Al-Qur’an dan hadis tidak seharusnya dipisahkan ketika seseorang ingin memahami ajaran Islam secara utuh.

Bukan Sekadar Dibaca

Salah satu hal penting yang perlu dipahami adalah bahwa menjadikan Al-Qur’an dan hadis sebagai pedoman hidup bukan berarti hanya menyimpannya, membacanya, atau menghafalnya.

Nilai yang terkandung di dalamnya juga perlu terlihat dalam perilaku.

Misalnya, seseorang belajar tentang kejujuran. Nilai tersebut kemudian diterapkan ketika mengerjakan ujian, menjalankan pekerjaan, berdagang, ataupun berbicara dengan orang lain.

Begitu juga ketika mempelajari ajaran tentang menghormati orang tua, menjaga hubungan dengan sesama, menepati janji, menolong orang lain, dan bertanggung jawab.

Artinya, ilmu tidak berhenti sebagai pengetahuan. Ilmu seharusnya menghasilkan tindakan.

Al-Qur’an sebagai Arah, Hadis sebagai Penjelas

Kita bisa membayangkan kehidupan seperti sebuah perjalanan.

Al-Qur’an memberikan arah utama, sedangkan hadis membantu menjelaskan bagaimana perjalanan itu dijalankan.

Keduanya membantu seorang Muslim membedakan mana yang baik dan buruk, memahami kewajiban, membangun akhlak, serta mengambil keputusan dengan lebih bijaksana.

Karena itu, mempelajari Al-Qur’an dan hadis bukan hanya bagian dari mata pelajaran agama. Keduanya merupakan proses belajar memahami nilai yang bisa diterapkan sepanjang kehidupan.

Mulai dari Hal Sederhana

Menerapkan nilai Al-Qur’an dan hadis tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar.

Kita bisa memulainya dengan berkata jujur, menjaga ucapan, menepati janji, menghargai orang lain, membantu teman, bertanggung jawab terhadap tugas, dan terus belajar memperbaiki diri.

Semakin seseorang memahami pedoman hidupnya, semakin jelas pula arah yang ingin ia tempuh.

Al-Qur’an dan hadis bukan hanya untuk diketahui. Keduanya hadir untuk dipahami, diyakini, dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagikan WhatsApp Telegram